Gig Economy dan Hypno Success Method Jadi Solusi Sukses Ala Syam Basrijal

Nasional32 views

JAKARTA – CEO Satya Mindcare, Syam Basrijal mengatakan bahwa di era Gig Economy, aspek yang menjadi penentu penting masa depan seseorang lebih baik atau tidak bukan berasal dari siapa yang punya peluang lebih besar, akan tetapi tentang siapa yang mampu mengendalikan diri untuk memanfaatkan peluang yang ada.

“Di era Gig Economy, yang menentukan masa depan bukan siapa yang memiliki peluang lebih banyak, tetapi siapa yang memiliki sistem diri yang lebih siap untuk memanfaatkan peluang tersebut,” kata Syam Basrijal, dalam tulisannya mengenai tantangan dunia kerja modern di tengah berkembangnya Gig Economy.

Menurut Syam Basrijal, perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, otomatisasi, dan konektivitas global telah mengubah pola kerja masyarakat secara drastis. Kondisi tersebut melahirkan ekosistem Gig Economy yang memungkinkan seseorang bekerja secara fleksibel tanpa terikat pola kerja konvensional.

Ia menjelaskan, saat ini banyak profesi baru tumbuh melalui platform digital, mulai dari kreator konten, desainer, penulis, programmer, digital marketer hingga konsultan independen.

Gig Economy adalah sistem pasar tenaga kerja yang didominasi oleh pekerja lepas (freelancer), pekerja kontrak jangka pendek, dan pekerja berbasis platform digital. Namun di balik terbukanya peluang besar tersebut, Syam melihat banyak orang justru mengalami kebingungan, mudah kehilangan fokus, hingga kesulitan membangun hasil yang konsisten.

“Masalah terbesar justru berada pada kemampuan manusia mengelola dirinya sendiri,” ujar Syam Basrijal.

Menurutnya, tantangan utama di era Gig Economy bukan lagi soal kurangnya akses informasi maupun keterampilan teknis. Sebab, hampir seluruh pengetahuan kini dapat dipelajari dengan mudah melalui internet dan berbagai platform pembelajaran digital. Meski demikian, ia menilai banyak orang tetap gagal menjalankan apa yang sebenarnya sudah mereka pahami.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar manusia modern bukan lagi persoalan pengetahuan, melainkan persoalan eksekusi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Syam Basrijal yang juga merupakan founder Restorasi Jiwa Indonesia (RJI) tersebut mengaku telah mengembangkan pendekatan bernama Hypno Success Method yang berfokus pada pembangunan sistem diri manusia, bukan hanya peningkatan kemampuan teknis.

Menurutnya, manusia tidak hanya digerakkan oleh logika berpikir, tetapi juga dipengaruhi bawah sadar, emosi, kebiasaan, keyakinan, dan identitas diri.

“Banyak keputusan yang kita ambil setiap hari sebenarnya tidak sepenuhnya lahir dari kesadaran, melainkan dari program internal yang sudah lama tertanam dan berjalan otomatis,” katanya.

Melalui Restorasi Jiwa Indonesia dan Satya Mindcare, Syam menjelaskan Hypno Success Method dibangun melalui tiga tahapan utama, yakni ; Deep Reprogramming untuk membongkar pola pikir penghambat, Superconscious Alignment untuk menyelaraskan arah hidup, serta Conscious Execution guna membangun tindakan yang konsisten.

Ia menilai keberhasilan di era Gig Economy tidak cukup ditentukan oleh skill semata, tetapi juga kemampuan seseorang mengelola emosi, disiplin, fokus, dan konsistensi diri.

“Masa depan akan lebih banyak dimiliki oleh mereka yang mampu mengelola kesadarannya, mengendalikan dirinya, dan membangun sistem hidup yang selaras dengan perubahan zaman,” ujar Syam Basrijal.

Menurutnya, ketika seseorang tidak lagi dikontrol oleh sistem kerja konvensional, maka faktor penentu keberhasilan sepenuhnya bergantung pada kemampuan mengendalikan diri sendiri.

“Gig Economy pada akhirnya bukan sekadar perubahan model ekonomi. Ia adalah ujian kedewasaan manusia dalam mengelola kebebasan,” tuturnya.